Lomba Photo

Lomba

Salah satu koran di Batam yang memiliki logo “T…S………..”, mengadakan perlombaan Mom & Kid.. Seperti lomba photo, lomba bayi sehat, lomba merangkak, lomba fashion show, dll. Lomba diadakan tgl 15 Juni 2008 (penyisihan) dan 22 Juni 2008 (grand final). Aku mengikutsertakan Farrel dalam lomba tersebut.. skaligus diriku..coz pingin ikutan mejeng…hehehe.. (Lomba photo Ibu & Anak). Lomba diadakan di BCS Mall.

Wah.. bingung juga neh pengen mulai dari mana.. mo curhat nih ceritanya…

Hmn.. Senang rasanya kami bisa masuk 10 besar finalis. Dan ternyata pengumuman selanjutnya yang paling tidak aku setujui. Gimana engga? Masa pemenang lomba photo ditentukan dari banyaknya kupon yang diperoleh oleh masing2 peserta.. yah semacam polling gitu deeeh.. Aku rasa penilaian tersebut tidak objektif banget. Bisa saja kan peserta tersebut mengirim kupon sebanyak-banyaknya biar dia bisa menang.. Untuk mendapatkan 1 kupon kita harus membeli koran tersebut seharga Rp. 1.000,-. Rasanya ini sudah terkesan komersil banget. Padahal syarat pemenang yang selalu dicantumkan dikoran tersebut setiap harinya adalah : Keputusan Juri Tidak Dapat Diganggu Gugat. Lah, kalo udah begini artinya kan dapat diganggu gugat.. dan keputusan tidak terletak di dewan juri. How Come???? Kalo begitu..itu kan ga memenuhi syarat banget.

Dan saat pengumuman pemenang, pemenang pertama adalah finalis yang mendapat/memiliki kupon terbanyak. Dan berapa jumlahnya? Sekitar 2.600-an lebih. Artinyaaa?? Peserta tersebut mengeluarkan uang more than 2,6 juta rupiah dalam seminggu. Benarkah ada orang yang memilih peserta tersebut? Aku kira tidak, karena aku rasa tidak ada orang lain (selain peserta) yang mau mengirimkan kupon tersebut karena kupon tersebut harus diantar langsung ke panitia. Oh iya.. Pemenang pertama untuk kategori Lomba photo Ibu & Anak hadiahnya berupa : piala, piagam, souvenir, dan voucher makan. Seimbang ga ya sama uang yang dikeluarkan. Hehehe.. Dan yang terpenting bagiku adalah kejujuran dari lomba tersebut.. benarkah mereka jujur soal kupon tersebut? Karena saat penyisihan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri..ada personilnya sedang menggunting kupon dari koran tersebut yang tidak berhasil terjual.. dan kulihat saat itu dia hanya menuliskan sebuah nama (aku ingat benar nama peserta tsb) disetiap kupon yang diguntingnya.. Keesokan harinya saat ku beli koran tersebut untuk mengikuti perkembangan perolehan..dan ternyata..nama peserta tersebut sudah mendapatkan kupon sebanyak 200 point.

KECEWA??? Tentu saja aku kecewa.. TIDAK PUAS??? Tentu saja aku tidak puas. Bukan disebabkan karena kami tidak berhasil menjadi pemenang, tapi karena caranya yang tidak benar. Itu sama artinya..yang punya duit..dialah yang berhak menang..hehehe

6 thoughts on “Lomba Photo

  1. zaafaran said: Bisa saja kan peserta tersebut mengirim kupon sebanyak-banyaknya biar dia bisa menang..

    mbak, ini mirip polling SMS, kan polling SMS itu juga termasuk menyusahkan…kita harus keluar biaya utk promosi dan SMS, pernah denger ceritanya peserta AFI indosiar nggak? orangtuanya sampai punya utang ratusan juta gara2x pingin anaknya jadi penyanyi, masuk 10 besar sih, ehh tapi albumnya sampai sekarang gak keluar2x.Lain kale klo mo ikut lomba mesti selektif, klo yg bau2x komersil, musti di hinari he he he…tapi its ok utk pengalaman aja, dulu pernah aku kirimkan foto Angel ke Tabloid di Jakarta, di panggil sih, katanya terseleksi, tapi masak syaratnya akomodasi dll nya biaya sendiri selama di jakarta, mampuss lah gua… akhirnya aku batalin aja.

  2. zaafaran said: Bisa saja kan peserta tersebut mengirim kupon sebanyak-banyaknya biar dia bisa menang..

    iya, bu. itu namanya curang. tidak obyektif. tapi, bukankah obyektifitas itu subyektifitas yang dikumpulkan???

  3. angelyca2003 said: di panggil sih, katanya terseleksi, tapi masak syaratnya akomodasi dll nya biaya sendiri selama di jakarta, mampuss lah gua… akhirnya aku batalin aja.

    masa belon apa-apa udah keluar duit y mba..hehehe..Kisah AFI Indosiar memang patut dijadikan pelajaran mba. Aku juga dulu pernah denger cerita (tp lupa dalam kontes apa.. kyknya yg dangdutan deh..) itu pesertanya jg pegitu..ngesms dirinya sendiri biar bisa menang.. eh ternyata tersingkir sblm jadi penenang. Alhasil doi punya segunung utang yang belon terbayar.. Skrg doi jadi pelayan..

  4. kakashihae said: hore…. abang Farrel ikut lomba….. coba kalo di jakarta juga ada… fattah juga ikut^^

    wah.. iya neh..asyik kalo bisa ikut lomba bareng ade Fattah.. (tapi kejauhan juga y kl abang Farrelnya ke Jakarta..hehehe..)

  5. biruhati said: iya, bu. itu namanya curang. tidak obyektif. tapi, bukankah obyektifitas itu subyektifitas yang dikumpulkan???

    kalo memang benar kupon sebanyak 2.600 lbh itu dikirim oleh orang yg tdk ada hubungan dg peserta, itu baru namanya subyektifitas.. Lah ini? yang jadi pemenang point terbanyak..y ortunya sendiri. hehehe..Salam kenal..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s