Bandung Oh Bandung

Mendengar atau menyebut nama kota yg satu ini membuatku slalu bersemangat. Apalagi bila aku mengunjunginya, senang bukan main. Menginjakkan kakiku di kota kembang, mengingatkan aku pada kisah2 suka/duka saat menuntut ilmu. Bertemu teman baru, bahasa baru, dan keramahan orang-orangnya. Hmmmn.. betapa aku menyukai kota ini, selain Batam. Maka tak jarang aku menganggapnya kotaku juga (boleh kaan??) walaupun aku tidak dibesarkan disini, namun banyak pelajaran berharga yg kudapat disini, salah satunya keteguhan hati untuk menggunakan jilbab. Love it..

Namun kali ini kedatanganku tak bisa berlama-lama, hanya dijadwalkan dr hari Jum’at sore hingga hari Minggu. Hari Jum’at dijadwalkan aku berangkat dari Batam dg pesawat BTH-JKT pukul18.30. Namun delay hingga 1 jam lebih. Sampai di Bandung sekitar pukul 01.30 pagi hari Sabtunya. Adapun kedatanganku kemarin bukan untuk jalan-jalan tetapi untuk menghadiri Pernikahan sepupuku. Dan hari Minggu sudah harus kembali ke Batam berhubung aku belum mendapatkan jatah cuti. Maka, tak dapatlah aku jalan2 sekedar bernostalgia bersama teman-temanku dulu. Ada beberapa perubahan yg nampak mencolok dipandangan mataku, yaitu angkot yg berseliweran dan acakadut yg sepertinya tidak takut nyerempet kendaraan lain. Hiiiy.. jaman masih disana, aku rasa ga gitu-gitu amat..

Bandung selama ini sangat berkesan bagiku.. begitu juga kali ini. Critanya, pas mo pulang kemarin, aku dan adik memutuskan naik taksi (biasanya sih dianter tapi berhubung sodara2 pada punya jadwal ke Ciateur). Sampe didepan gang rumah, ternyata tak banyak taksi yg lewat. Kalaupun lewat biasanya udah pesanan orang. Aku pun sudah berusaha nelpon BLUE BIRD tapi ga ada yg angkat. 15menit, 20menit, bahkan hampir setengah jam menunggu, tak ada taksi yg berhenti. But tunggu dulu.. Tak lama setelah itu, ada taksi Gema Ripah yg berhenti. Ternyata taksi itu ga bisa mengantar kami ke BSM (terminal bus bandara-bandung), tapi bliau menawarkan bantuannya untuk mengantarkan kami ke prapatan.. katanya di Antapani jarang ada taksi kosong yg lewat. Kebetulan dia udah disewa jadi karena jalan sampai prapatan searah, maka bliau menawarkan untuk naik ga pake bayar, alias gratis. Alhamdulillah.. pertolongan Allah lewat Bapak itu.

Sesampai di Prapatan, kembali kami mencari, tapi syusahnyaaaa.. yg ada taksi seliweran doang ga mau berhenti. Padahal, maksimal kami harus ikut bus yg jam 12 siang agar tak terlambat tiba dibandara. Phfffuuuf…
Tepat didepan kami, ada taksi Gema Ripah yg lg “bongkar mesin”. Jalan terakhir yg aku pikir saat itu, bertanya ke pak supir untuk minta temannya datang bila ada yg posisinya dekat Prapatan. Akhirnya bliau contact temannya.. dan ngebela-belain nyebrang jalan untuk cegat temannya. Alhamdulillah.. kembali datang pertolongan Allah lewat Bapak ini…

Alhamdulillah aku masih merasakan keramahan yang ditawarkan warga yg terkenal santun itu. Haturnuhun..

6 thoughts on “Bandung Oh Bandung

  1. zahratefiani said: waah senengnya bisa bersilaturahmi dan bernostalgia dengan kota bandung lagi….gmn nih farrel ikutan ke batam apa msh ditinggal dibandung nih

    betul mba.. seneng banget..Tadinya rencana Farrel ikutan nenek&atoknya di Bandung sampe Ied Adha.. Ga taunya dia ga betah.. Akhirnya pulang lebih awal deh..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s